Pondasi batu kali ialah salah satu jenis pondasi yang banyak digunakan alasannya kekukuhannya yang telah niscaya terjamin. Biasanya struktur dari pondasi jenis ini akan disusun menjadi bangunan yang cukup kuat dalam menopang berat bangunan di atasnya. Kedalaman yang digunakan umumnya berukuran antara 60 hingga dengan 80cm dengan lebar yang bebas.
Meskipun termasuk dalam klasifikasi pondasi yang banyak digunakan tetapi tetap saja pondasi ini mempunyai beberapa keunggulan dan kelemahan dibaliknya. Kedua hal ini mampu dijadikan bahan pendapatsebelum menggunakannya.
Daftar Isi :
1 Daftar keunggulan dari pondasi watu kali
1.1 1. Penyesuaian Lebar yang Mudah
1.2 2. Penahan Guncangan yang Baik
1.3 3. Konstruksi yang Sederhana
1.4 4. Pengerjaan yang Cepat
1.5 5. Anggaran yang Terjangkau
1.6 6. Lebih Kuat
1.7 7. Tahan Bocor
2 Daftar kekurangan dari watu kali untuk pondasi
2.1 1. Ketahanan yang Standar
2.2 2. Cengkeramannya Kurang
2.3 3. Memberikan Retakan
3 Mengenal sistem pemasangan kerikil kali untuk pondasi
3.1 Pekerjaan Pondasi
3.2 Pekerjaan Tanah

Daftar kelebihan dari pondasi kerikil kali
1. Penyesuaian Lebar yang Praktis

Batu kali ialah batu yang berasal dari letusan perut bumi dengan berat yang sangat ringan namun berpengaruh dan rapat. Sehingga untuk penggunaan pondasi dengan lebar sebesar apa pun tidak akan menjadi masalah alasannya adalah akan selalu imbang. Jadi lebarnya akan menyesuaikan dengan keseimbangan dibebankan pada pondasi tetap sama.
Jenis kerikil kali ini memiliki struktur yang keras dan tidak gampang lapuk jikalau digunakan untuk pondasi rumah. Meskipun begitu strukturnya akan tetap mudah dipecah menggunakan palu.
2. Penahan Guncangan yang Baik

Kelebihan pondasi watu kali kedua dari watu kali pondasi ini yakni fungsinya sebagai guncangan yang baik. Dalam kebutuhan pembangunan proyek sebuah rumah pondasi ini biasanya dipasang pada ketinggian kurang dari 10 meter. Sangat cocok sebagai pendamping material untuk pembangunan rumah yang tahan gempa.
Kemampuannya dalam menopang beban dan berat telah tidak mampu diragukan lagi. Sangat efektif untuk menahan guncangan yang terjadi ketika gempa berlangsung, Sehingga beban getaran tidak akan berat pada satu segi saja namun sama rata. Inilah yang membuat strukturnya tetap kuat dan aman.
Baca Juga : Standart Ukuran Pondasi Batu Kali Untuk Rumah Tinggal
3. Konstruksi yang Sederhana

Batu kali yang digunakan untuk pondasi ini juga memiliki keunggulan dalam hal konstruksi yang dihasilkan. Berbeda dengan struktur dari bebatuan lainnya, kerikil kali memiliki konstruksi yang lebih sederhana dan rapi. Didukung pula dengan pengerjaan pada lokasi pembuatan pondasinya secara pribadi.
Prosesnya dimulai dari penggalian tanah kemudian dilanjutkan dengan pengadukan kebutuhan perekat dan juga penyusunan untuk kerikil kalinya. Tidak ada proses rumit di dalam pembuatannya bahkan pengerjaan pondasi ini tidak melibatkan penggunaan alat-alat berat di dalamnya.
4. Pengerjaan yang Cepat

Selain konstruksinya yang lebih sederhana ternyata dalam pembuatan pondasi jenis batu kali ini juga membutuhkan waktu yang cepat. Sebenarnya dalam pemasangan watu kali dan juga batu bata sama saja yang membedakan ialah kecepatan pengeringan dan juga konstruksinya.
Untuk pengerjaan rumah dengan waktu yang mepet tetapi memerlukan pondasi yang kuat, penyeleksian pondasi dari batu kali ini menjadi opsi yang sempurna. Anda bisa lebih hemat waktu untuk pengerjaan pada bagian rumah yang yang lain.
5. Anggaran yang Terjangkau

Bukan cuma dilema konstruksi besar lengan berkuasa, waktu pengerjaan yang cepat dan juga akomodasi pemasangannya saja. Namun dalam penganggarannya juga termasuk cukup terjangkau dibandingkan jenis pondasi yang lainnya. Kedalaman pondasi yang dibutuhkan maksimal 80 cm saja dengan komponen pendukung lain yang sederhana.
Biasanya hanya memerlukan tambahan semen dan pasir untuk proses pemasangannya. Itulah yang mengakibatkan budget untuk pondasinya menjadi lebih terjangkau dibandingkan jenis pondasi lainnya.
6. Lebih Kuat

Meskipun kurang cocok dipakai selaku pondasi rumah panggung namun pondasi jenis ini mampu membuat pondasi rumah abadi dan tahan usang.
7. Tahan Bocor

Bukan cuma kuat namun pondasi jenis ini juga bisa bertahan pada kondisi berair sehingga ketika terjadi banjir tidak akan menyebabkan kebocoran ke dalam rumahnya.
Daftar kelemahan dari watu kali untuk pondasi
Dibalik banyaknya keunggulan yang disajikan dari pondasi bentuk kerikil kali ini, ada beberapa kelemahan yang menjadi pelengkapnya. Adapun beberapa kekurangan pondasi kerikil kali mampu dilihat di bawah ini:
1. Ketahanan yang Standar

Kekurangan dari kerikil kali untuk pondasi ini mampu dilihat dari sisi ketahanannya dimana batu kali memiliki kekuatan yang kurang optimal saat terendam air secara terus menerus. Batu kali ini juga hanya cocok untuk pembangunan pada tanah yang stabil.
Selanjutnya ketahanan dari kerikil kali tidak disarankan untuk pembangunan rumah tingkat. Beban yang diangkat memang lumayan banyak namun untuk penggunaan jangka panjang, kerikil kali hanya mampu menopang bangunan yang strukturnya sederhana.
2. Cengkeramannya Kurang

Kelemahan selanjutnya dari watu kali untuk pondasi ini yaitu perihal tingkatan cengkeramannya yang kurang besar lengan berkuasa. Batu dari perut bumi ini mulanya memiliki bentuk yang bulat utuh sehingga jika digunakan untuk pondasi nantinya akan terendam dalam tanah. Dengan begitu kemajuan lumut akan tinggi dan membuat cengkeramannya semakin renggang untuk didapatkan.
3. Memberikan Retakan

Kelemahan terakhir dari batu kali untuk pondasi ini adalah dalam hal keretakan pada rumah akhir cengkeramannya yang telah tidak besar lengan berkuasa lagi. Pondasi ini menjadi kurang kuat jikalau dikelilingi dengan pohon dan akar yang menjalar ke dalam tanah. Itulah mengapa tidak semua lokasi cocok dibangun memakai watu kali ini.
Mengenal sistem pemasangan batu kali untuk pondasi

Setelah mengenal keunggulan dan kekurangan yang diberikan dari kerikil kali selaku pondasi ini, selanjutnya Anda mampu mengetahui pemasangan untuk pondasinya. Meskipun terkenal dengan pemasangannya yang cukup gampang dengan struktur sederhana ternyata pemasangan ini juga membutuhkan tata cara tertentu.
Secara lazim ada dua metode yang dipakai untuk memasang pondasi dari batu kali seperti di bawah ini:
Pekerjaan Pondasi
Dibalik sederhananya struktur pondasi kerikil kali ternyata tata cara yang digunakan juga cukup terstruktur untuk dipatuhi. Pengerjaan dari pondasi ini cuma dilaksanakan untuk bebatuan dari kali yang telah lolos uji atau memenuhi syarat keamanannya. Pengukuran pondasi dan pembangunannya harus pas dengan gambarnya.
Pada bab bawah pondasi harus diberikan kerikil samping dengan ukuran 20 cm kemudian dibarengi dengan pengisian pasir urug pada sela-selanya. Sementara untuk celah kerikil yang besar akan diisi dengan batuan dengan ukuran yang lebih kecil. Pemasangan watu ini justru dihentikan saling bersentuhan.
Perekat yang menjadi penghalang antar bebatuan ini justru yang membuatnya semakin kuat satu dengan yang lain. Jika kerapatan telah terjamin maka dilanjutkan dengan pemasangan tanker berisi untuk kolomnya. Kedalaman pengecoran yang dilakukan mesti 30 cm. Sementara pada bab atasnya mesti ada besi dengan ukuran 75 cm yang timbul.
Pekerjaan Tanah
Kemudian metode selanjutnya yakni pekerjaan tanahnya. Metode yang satu ini fokus dengan pembersihan tanah dan proses antisipasi pada tanah sebelum dipakai untuk memasang pondasi. Setelah itu barulah proses penggalian dimulai untuk mengawali pengerjaan pondasinya.
Ukuran galian dan juga lebarnya diubahsuaikan dengan desain gambar yang telah dibentuk. Ukurannya juga mampu menyesuaikan dengan sampainya galian pada tanah yang paling keras. Jika nanti galiannya melebihi batas yang sebaiknya maka tanah mesti mengalami proses pemadatan apalagi dahulu. Hal ini dikarenakan watu kali tidak sesuai dengan tanah yang terlalu lembek.
Itulah beberapa hal penting terkait dengan pondasi watu kali yang perlu dimengerti. Semoga artikel Bintoro Build ini berfaedah.







0 komentar:
Posting Komentar