Rumah minimalis merupakan salah satu versi rumah yang paling banyak dibangun di Indonesia. Biaya berdiri rumah minimalis pun juga mampu dibentuk sangat terjangkau. Konsep rumah minimalis sendiri dibuat sesederhana mungkin dengan furniture sedikit dan rancangan terbaru. Gaya rumah ini terinspirasi dari hidup zen asal Jepang yang beranggapan bahwa makin sedikit furniture yang dipasang maka residensial akan kian damai dan tenteram.
Rumah minimalis berisikan berbagai jenis tipe yaitu tipe 21, 36, 45, dst. Angka tersebut mengacu terhadap ukuran bangunan rumah yang dijumlah dalam skala meter persegi (m2). Ada pula tipe bangunan rumah 36/60 yang bermakna luas bangunan 36 m2 dibangun di atas lahan seluas 60 m2. Simak juga cara menghitung biaya bangkit rumah Disini.
Daftar Isi :
1 Pentingnya Membuat Anggaran Bangun Rumah Minimalis
2 Cara Menghitung Biaya Bangun Rumah Versi Minimalis
2.1 1. Biaya tenaga kerja/ tukang
2.2 2. Menghitung luas rumah minimalis
2.3 3. Biaya material bangunan
2.4 4. Biaya tidak terduga
3 Kesimpulan cara mengkalkulasikan ongkos membangun rumah minimalis

Pentingnya Membuat Anggaran Bangun Rumah Minimalis
Anggaran ongkos bangkit rumah minimalis per meter persegi penting dipakai sebagai contoh/ tumpuan untuk mengetahui berapa duit yang harus dikeluarkan. Sebelum membangun rumah tersebut, ada baiknya Anda juga telah memilih lokasi dan membeli tanah yang tepat impian. Hal ini karena lokasi berbeda akan mempunyai perbedaan harga bangkit rumah, apalagi dalam hal ongkos tenaga kerja serta ongkos material. Biaya tenaga kerja di Jakarta terang tak sama dengan biaya tenaga kerja di Bandung atau Surabaya.
Pentingnya estimasi biaya bangkit rumah juga dapat dipakai selaku pola dalam membangun di kurun selanjutnya. Anda mampu membagikan contoh tersebut kepada rekan-rekan yang ingin membangun rumah sendiri. Selain itu, perhitungan ongkos ini juga menunjukkan biar Anda mampu lebih efisien dalam meminimalkan biaya. Coba bayangkan jikalau Anda tak tahu berapa kisaran ongkos yang perlu dihabiskan, bisa jadi dana Anda akan kurang atau malah sebaliknya terlalu boros.
Cara Menghitung Biaya Bangun Rumah Versi Minimalis
1. Biaya tenaga kerja/ tukang

Saat membangun rumah, Anda harus mencari tahu harga pasaran jasa tukang atau tenaga kerja. Anda juga perlu cari tahu kira-kira berapa jumlah tukang yang diharapkan untuk menuntaskan residensial Anda. Terdapat tata cara upah harian dan borongan. Bedanya yakni biaya tenaga kerja dijumlah menurut upah harian yang dibayarkan, sedangkan sistem borongan tidak dihitung menurut upah harian, tetapi luas lahan yang dikerjakan serta biaya material yang digunakan.
Itulah sebabnya menggunakan sistem borongan dirasa lebih menguntungkan bagi pemilik rumah alasannya adalah meski rumah belum tamat dari sasaran yang sudah diputuskan. Pemilik rumah tak perlu membayar tambahan biaya tenaga kerja alasannya upah tak dijumlah menurut upah harian.
Sebagai teladan, berikut daftar upah harian tenaga kerja bangun rumah:
- Tukang gali = Rp 80.850
- Tukang watu = Rp 115.850
- Tukang kayu = Rp 115.850
- Tukang besi profil = Rp 125.850
- Tukang besi beton = Rp 120.850
- Tukang cat/ pelitur = Rp 115.850
- Tukang ledeng = Rp 115.850
- Tukang listrik = Rp 120.850
Dengan besaran biaya di atas, maka jikalau Anda butuh 8 tukang/ tenaga kerja saban hari untuk menyelesaikan rumah minimalis, maka Anda harus mengeluarkan ongkos tenaga kerja sebanyak Rp 911.800. Para tenaga kerja atau tukang ini lazimnya akan diawasi oleh seorang mandor. Harga upah mandor Rp 158.000 per harinya jadi total ongkos yang harus digelontorkan Rp 1.069.800.
Tentunya ketentuan rata-rata harga upah harian di atas hanyalah perhitungan, sebab berlainan kota akan berbeda harga upah tenaga kerjanya. Selain itu, harga pasaran juga mampu berganti dari waktu ke waktu. Kadang pemilik rumah juga bisa melakukan tawar menawar dengan tukang.
Baca Juga : Rincian Biaya Bangun Rumah Per Meter Yang Harus Dipersiapkan
2. Menghitung luas rumah minimalis

Luas bangunan rumah yang hendak dibangun akan mempengaruhi biaya membangun rumah. Itulah sebabnya biaya bangun rumah minimalis tipe 36 jelas akan lebih hemat biaya daripada tipe 45, 60, dst.
Sebagai contoh, Anda ingin bangun rumah minimalis tipe 36/75 yang bermakna luas tanah ialah 75 m2. Jika harga tanah yakni Rp 2.500.000 per m2 maka untuk membeli tanah tersebut mesti mengeluarkan biaya sebanyak 75 x Rp 2.500.000 = Rp 187.500.000.
Harga tersebut masih ditambah dengan ongkos bangkit rumah, jika per meternya Rp 2.000.000 maka total biaya yang diharapkan dalam membangun rumah minimalis yakni 36 m2 x Rp 2.000.000 = Rp 72.000.000. Kesimpulannya, ditemukan total membangun rumah minimalis tipe 36 plus beli tanahnya yaitu Rp 187.500.000 + Rp 72.000.000 = Rp 259.500.000.
Sebagai kiat, supaya lebih irit dalam hal biaya maka lebih baik membangun rumah bertingkat misalnya 2 lantai. Karena ongkos bangun rumah minimalis 2 lantai umumnya harga disesuaikan dengan luas bangunan yang dikali harga membangun per meter persegi. Justru Anda akan menerima hunian yang lebih banyak ruangannya dengan harga terjangkau.
3. Biaya material bangunan

Untuk rumah minimalis, beberapa material digunakan untuk membangun fondasi, struktur, lantai, atap/ genteng, pintu, kusen jendela, dan cat dinding. Bahan-materi rumah yang dipakai antara lain seperti:
- Batu bata = Rp 725 per biji
- Kayu = Rp 15 ribu hingga Rp 200 ribu tergantung jenisnya
- Besi/ baja = Rp 15 ribu sampai Rp 100 ribu per batang
- Rangka atap baja = Rp 120 ribu per meter m2
- Genteng = Rp 4 ribu sampai Rp 175 ribu tergantung jenisnya (genteng keramik, beton, tanah liat, aspal, metal, sirap, dll)
- Kusen kayu = Rp 67 ribu sampai Rp 5 juta tergantung jenisnya
- Kusen aluminium = Rp 95 ribu sampai Rp 20 ribu per unit
- Kusen uPVC = Rp 215 ribu per meter, dll.
Tidak ketinggalan ongkos-biaya material pendukung yang lain, mirip membangun kamar mandi minimalis diharapkan peralatan mandi mirip: shower, kloset, wastafel, keramik kamar mandi, dsb. Itu semua bergantung dari merek yang diseleksi. Anda bisa menetapkan ingin memakai merek apa seperti American Standard, TOTO, dll.
Sebagai perkiraan, materi-materi bangunan dalam membangun rumah minimalis 1 lantai dapat mencapai Rp 3.250.000 per meternya, sedangkan untuk 2 lantai bisa meraih Rp 3.800.000 per meternya. Anda dapat meminimalisir ongkos material dengan berbelanja materi bangunan sesuai anggaran yang ditetapkan dari permulaan. Model rumah juga ada baiknya mengikuti keperluan, misalnya untuk keluarga dengan 1-2 orang anak, rumah minimalis 1 lantai dengan 2/ 3 kamar dirasa telah cukup. Hal ini sebab biaya bangkit rumah minimalis 3 kamar atau 2 kamar lebih murah.
4. Biaya tidak disangka-sangka

Saat menjumlah ongkos bangkit rumah, lebih baik memasukkan unsur ongkos tidak disangka-sangka ke budget Anda. Biaya tak terduga ini sudah biasa dilaksanakan oleh mereka yang ingin bangkit residensial untuk berjaga-jaga. Beberapa acuan ongkos yang tidak disangka seperti kebutuhan dekorasi interior dari jasa interior design, ongkos mempercantik taman dan mengisi furniture dapur.
Kesimpulan cara menghitung biaya membangun rumah minimalis
Jika dihitung menggunakan rata-rata harga di atas, maka bisa didapatkan citra lazim besar biaya bangun rumah minimalis yakni dapat mencapai Rp 305 jutaan hingga Rp 400 jutaan. Tentunya angka tersebut telah tergolong biaya membeli tanah/ lahan. Jika anggaran atau budget Anda terbatas, maka Anda mampu menyesuaikan perkiraan di atas dengan cara mengubah model rumah atau meminimalisir materi material, dsb. Yang terpenting yakni menertibkan anggaran sesuai kemampuan finansial Anda biar proses pembangunan mampu berlangsung dengan tanpa gangguan. Alhasil, rumah cita-cita bisa ditemukan tanpa harus menggelontorkan kocek banyak dan tidak boros.
Nah, bagi Anda yang tidak mau repot dalam mengkalkulasikan biaya berdiri rumah minimalis, Anda dapat menggunakan jasa Bintoro Build dengan cara Klik Disini.







0 komentar:
Posting Komentar